Polri Perkuat Komitmen Keamanan Penjaga Perdamaian PBB di Jakarta
MediaBlora – 21 April 2026 | Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Komjen Pol Dedi Prasetyo, menegaskan kembali tekad institusi kepolisian dalam memperkuat kerja sama berkelanjutan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertemuan yang dilangsungkan di Ruang Perjamuan Markas Besar Polri, Jakarta, menyoroti fokus utama pada jaminan keamanan dan keselamatan personel yang ditempatkan di zona konflik dunia.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi United Nations Police Division, dipimpin oleh United Nations Police Adviser Faisal Shahkar, bersama Hai Nguyen dan Mehmet Ata Yenigun. Dalam sesi dialog, Shahkar menyampaikan apresiasi atas kontribusi Polri dalam operasi perdamaian internasional, serta menegaskan pentingnya memperdalam sinergi demi meningkatkan efektivitas misi PBB.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Polri. Kerjasama ini akan terus kami kembangkan untuk memperkuat kontribusi bersama dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Shahkar, sebagaimana dilaporkan pada Senin, 20 April 2026.
Shahkar menambahkan bahwa personel Polri yang terlibat dalam misi PBB telah memperlihatkan profesionalisme, disiplin, dan kemampuan adaptasi yang tinggi sesuai standar operasional PBB. Kehadiran delegasi PBB kali ketiga di Markas Besar Polri menjadi bukti konkret dari kemitraan strategis yang telah terjalin sejak penandatanganan Cooperation Action Points pada 26 Juni 2024 di New York.
Dalam rangka meningkatkan kapasitas, Polri menyelenggarakan Annual FPU Commanders Workshop pada 20–24 April 2026 dan akan melaksanakan Annual Commanders Strategic Course pada bulan Juli. Kedua program tersebut dirancang untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan personel dalam menghadapi tantangan misi internasional.
Berikut adalah rincian penugasan personel Polri dalam misi perdamaian PBB saat ini:
- 140 personel Formed Police Unit (FPU) ditugaskan pada misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah.
- 51 personel Individual Police Officer (IPO) tersebar di lima misi, yaitu:
- 14 personel di MINUSCA (Afrika Tengah).
- 19 personel di UNMISS (Sudan Selatan).
- 9 personel di MONUSCO (Republik Demokratik Kongo).
- 6 personel di UNFICYP (Siprus).
- 3 personel di UNISFA (Abyei).
Wakapolri Dedi Prasetyo menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan kepada Polri untuk berperan dalam misi internasional. Ia menekankan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama yang tidak dapat dinegosiasikan dalam setiap penugasan.
“Kami akan terus menekankan aspek keamanan dan keselamatan bagi seluruh personel yang bertugas di daerah misi, serta memperkuat koordinasi dengan PBB untuk memastikan efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan,” tegasnya. “Keselamatan personel adalah prioritas utama. Kami berharap melalui kerja sama yang semakin erat, tidak ada lagi korban jiwa di kalangan penjaga perdamaian dunia,” tambah Dedi.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Polri juga sedang mempersiapkan FPU Level 3, sebuah inisiatif untuk menanggapi kompleksitas konflik modern yang semakin dinamis. Upaya ini mencakup pelatihan taktis lanjutan, peningkatan peralatan, serta penguatan mekanisme koordinasi lintas lembaga.
Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara Polri dan PBB akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan, dengan fokus utama pada perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan personel. Kedepannya, Polri optimis bahwa kemitraan strategis ini akan menjadi semakin solid, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi perdamaian dunia serta kemanusiaan global.
Dengan komitmen yang kuat, Polri bertekad menjadikan keselamatan penjaga perdamaian sebagai landasan utama dalam setiap operasi, sehingga kontribusi Indonesia dalam misi PBB dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi stabilitas internasional.
Komentar (0)