Wali Kota Pekalongan Ingatkan Tantangan Haji: Antrean Panjang, Cuaca Ekstrem, Persiapan Calhaj KBIHU Aisyiyah

Oleh Slamet Widodo 21 Apr 2026, 10:48 WIB 0 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menegaskan pentingnya persiapan matang bagi jamaah calon haji (calhaj) dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah menjelang ibadah haji tahun 2026. Pesan tersebut disampaikan dalam acara pelepasan 67 calhaj yang dilaksanakan di kantor KBIHU Aisyiyah, Bendan Kergon, pekalongan, beberapa hari yang lalu.

Acara tersebut dihadiri tidak hanya oleh pejabat kota dan pengurus KBIHU, melainkan juga keluarga para calon jamaah serta tokoh masyarakat setempat. Doa bersama dipanjatkan agar seluruh rombongan memperoleh keselamatan, kelancaran, dan dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan sempurna di Tanah Suci.

Meski demikian, Afzan Arslan Djunaid menekankan bahwa tantangan di Tanah Suci tidak dapat diabaikan. Ia mengingatkan jamaah akan potensi antrean panjang, cuaca yang dapat berubah menjadi ekstrem, serta kepadatan jamaah dari berbagai negara. “Kondisi tersebut menuntut stamina prima, terutama bagi jamaah lanjut usia yang jumlahnya signifikan dalam rombongan kami,” jelasnya.

Untuk menghadapi hal tersebut, wali kota menekankan pentingnya pola hidup sehat selama menunaikan ibadah. “Jaga kesehatan, atur pola makan, dan istirahat yang cukup. Jangan memaksakan diri. Kebersamaan dan tolong‑menolong antar‑jamaah menjadi kunci utama agar semua tantangan dapat diatasi,” pesan dia.

Sementara itu, Ketua KBIHU Aisyiyah Kota Pekalongan, Widyastuti Bachir, menambahkan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan lebih dari dua puluh kali kegiatan manasik, baik dalam format teori maupun praktik langsung. Ia menegaskan bahwa pembekalan tidak sekadar meliputi tata cara ibadah, melainkan juga kesiapan mental, disiplin, serta simulasi kondisi di Tanah Suci.

“Seluruh jamaah telah mengikuti manasik secara rutin dengan semangat tinggi. Kami berusaha memberikan bekal komprehensif sehingga mereka tidak hanya mengerti secara teori, tetapi juga siap secara praktik ketika berada di Mekah dan Madinah,” ujar Widyastuti.

Widyastuti juga menyampaikan harapan agar jamaah dapat melaksanakan ibadah tanpa kendala berarti, serta kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan membawa predikat haji mabrur. Ia menambahkan, “Kami berdoa agar setiap tahapan ibadah berjalan mudah, dan setelah pulang, semuanya menjadi haji yang mabrur serta membawa berkah bagi keluarga dan lingkungan masing‑masing.”

Prosesi pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Wali Kota menegaskan bahwa dukungan penuh dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas menjadi landasan utama keberhasilan rombongan haji pekalongan tahun ini.

Dengan persiapan yang matang, dukungan lintas sektor, serta semangat kebersamaan, diharapkan para calhaj KBIHU Aisyiyah dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan khusyuk, lancar, dan penuh makna. Keseluruhan upaya ini diharapkan tidak hanya menghasilkan ibadah haji yang sukses, tetapi juga menumbuhkan rasa kebanggaan dan kepedulian terhadap sesama jamaah di Tanah Suci.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.