Kabaharkam Polri Gelar Ngopi Kamtibmas di Ungaran Timur, Dorong Sinergi dan Pelayanan Humanis

Oleh Dedi Kurniawan 22 Apr 2026, 08:50 WIB 4 Views

MediaBlora – 22 April 2026 | Suasana hangat dan penuh keakraban menghiasi pertemuan rutin yang dinamakan “Ngopi Kamtibmas” pada Selasa malam di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Acara yang diprakarsai oleh Kabag Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Kerjasama (Kabaharkam) Polri ini menjadi wadah dialog terbuka antara aparat keamanan dengan masyarakat setempat, sekaligus menegaskan komitmen kepolisian untuk memberikan pelayanan yang lebih humanis.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kapolsek Ungaran Timur, Kombes Pol. H. Budi Setiawan, yang menekankan pentingnya sinergi antara polisi dan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas). Ia mengingatkan bahwa keamanan tidak dapat dicapai secara sepihak, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Selanjutnya, Kabaharkam Polri, Kombes Pol. Irwan Hidayat, menyampaikan visi dan misi kegiatan Ngopi Kamtibmas. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah menciptakan hubungan yang lebih bersahabat, transparan, dan akuntabel antara aparat kepolisian dengan masyarakat. “Kita ingin melangkah lebih dekat dengan warga, mendengarkan aspirasi mereka, serta mengedukasi tentang hak dan kewajiban masing-masing,” ujar Irwan.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah warga menyuarakan berbagai keluhan dan harapan. Keluhan yang paling menonjol berkaitan dengan penanganan kasus pencurian motor, gangguan ketertiban malam, dan kebutuhan akan patroli yang lebih intensif di area pasar tradisional. Warga juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam konteks kekerasan dalam rumah tangga, serta penanganan kasus narkoba yang masih dirasa kurang optimal.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolsek Ungaran Timur menjanjikan peningkatan frekuensi patroli, khususnya di wilayah-wilayah yang dianggap rawan. Ia juga menambahkan bahwa unit penyidikan akan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Narkotika Nasional, untuk mempercepat proses penanganan kasus.

Tak hanya itu, Kabaharkam Polri menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tindakan. Irwan menekankan bahwa polisi harus menjadi “pelayan masyarakat” yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman. Ia mengingatkan bahwa setiap interaksi dengan warga harus dilandasi rasa hormat, empati, dan kepedulian.

Selama pertemuan, peserta juga diberikan materi singkat tentang hak dan kewajiban warga serta prosedur pelaporan yang efektif. Materi tersebut dipaparkan oleh perwakilan Bareskrim Polri yang menekankan pentingnya penggunaan aplikasi layanan masyarakat Polri sebagai sarana laporan yang cepat dan dapat dipantau secara real time.

Selain diskusi, acara Ngopi Kamtibmas juga dilengkapi dengan sesi informal sambil menikmati kopi. Keakraban terjalin ketika peserta duduk bersama, berbagi cerita, dan mempererat jaringan sosial antarwarga serta aparat kepolisian. Suasana santai ini dianggap mampu menurunkan hambatan komunikasi, sehingga warga lebih leluasa mengemukakan pendapat tanpa rasa takut.

Para peserta, terutama para pemuda, menyambut baik inisiatif ini. Mereka menyatakan bahwa adanya kesempatan dialog langsung dengan pihak kepolisian dapat meningkatkan kepercayaan dan rasa aman. “Kalau dulu kami merasa takut untuk melapor, sekarang terasa lebih mudah karena polisi sudah mendekatkan diri,” ujar Rudi, seorang mahasiswa asal Ungaran Timur.

Kabaharkam Polri menutup acara dengan menegaskan bahwa Ngopi Kamtibmas akan menjadi agenda rutin bulanan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta pelaku usaha lokal, untuk terus berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga kamtibmas yang kondusif.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keamanan yang berorientasi pada layanan humanis, di mana polisi tidak hanya dilihat sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan sosial. Dengan sinergi yang terjalin, diharapkan tingkat kriminalitas dapat ditekan, serta rasa aman warga meningkat secara signifikan.

Kesimpulannya, Ngopi Kamtibmas di Ungaran Timur membuktikan bahwa dialog terbuka antara polisi dan masyarakat dapat menjadi katalisator perubahan positif. Melalui sinergi, pelayanan yang lebih humanis, serta komitmen bersama, keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut memiliki prospek yang lebih cerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.