Hipmi Jateng Didorong Kolaborasi Agresif untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Regional

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 08:48 WIB 10 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Tekanan ekonomi global yang terus meningkat dan dinamika geopolitik yang tak menentu menuntut peran lebih aktif dari para pengusaha muda. Mereka tidak hanya diminta untuk bertahan, tetapi juga menjadi pencipta peluang baru yang dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Panggilan itu terdengar jelas pada Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah yang digelar di Bandungan pada Minggu, 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menjadi narasumber utama dalam diskusi.

Gubernur Luthfi menekankan bahwa peran pengusaha muda sangat strategis dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi provinsi. Ia menegaskan bahwa Hipmi Jateng harus lebih aktif berkolaborasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota. “Hipmi itu pengusaha muda. Harus kreatif menciptakan lapangan kerja dan ekonomi baru. Jangan menunggu, tapi menjemput bola,” ujar Luthfi dengan tegas.

Strategi tersebut didukung oleh pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri baru di lebih dari dua belas kabupaten/kota. Inisiatif ini diharapkan dapat menekan tingkat pengangguran terbuka sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional.

Selain menekankan pentingnya investasi, Gubernur Luthfi mengajak Hipmi Jateng menyelaraskan program organisasinya dengan agenda pembangunan daerah. Ia meminta para pengusaha muda untuk aktif menjalin komunikasi dengan kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, guna membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. “Hipmi adalah bagian dari collaborative government,” tegasnya.

Berbagai aspirasi pengusaha muda juga disuarakan dalam forum tersebut. Eko, seorang pengusaha dari Banjarnegara, mengapresiasi dorongan sinergi antara Hipmi dan pemerintah daerah, menyatakan bahwa akses komunikasi yang lebih terbuka dengan kepala daerah akan sangat membantu pelaku usaha di daerah. Sementara itu, Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menegaskan bahwa tren investasi terus meningkat dan menyoroti peran KEK serta kawasan industri sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi provinsi.

  • Memperkuat kolaborasi antara Hipmi Jateng dan pemerintah daerah.
  • Fokus pada investasi di sektor industri padat karya.
  • Pengembangan KEK dan kawasan industri di 12 kabupaten/kota.
  • Memfasilitasi komunikasi langsung antara pengusaha muda dan kepala daerah.
  • Mendorong inovasi dan penciptaan lapangan kerja baru.

Dengan sinergi yang diperkuat dan inovasi dari kalangan pengusaha muda, Jawa Tengah diproyeksikan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan membuka lebih banyak peluang kerja di masa yang akan datang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.