Semangat Kartini Menginspirasi: Perempuan Jawa Tengah Didorong Berdaya, Berintegritas dan Berkarakter

Oleh Lina Marlina 21 Apr 2026, 09:48 WIB 3 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali bergema di Museum RA Kartini pada talkshow peringatan Hari Kartini 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada Senin, 20 April 2026. Acara yang bertajuk “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” dipandu oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, yang menekankan pentingnya menghidupkan nilai‑nilai Kartini dalam kehidupan perempuan masa kini.

Nawal menegaskan bahwa Kartini bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan sosok visioner yang melampaui batas zamannya. Ide‑ide tentang pendidikan, kesetaraan, dan pemberdayaan perempuan yang digagasnya masih relevan hingga saat ini. “Kartini mampu berpikir jauh ke depan. Cahaya yang beliau nyalakan harus terus kita hidupkan dalam kehidupan perempuan masa kini,” ujarnya tegas.

“Perempuan harus berilmu, tetapi juga berkarakter dan memiliki spiritualitas yang kuat. Integritas itu penting,” tegas Nawal. Ia menekankan bahwa integritas bukan sekadar kata, melainkan landasan bagi perempuan untuk menjadi agen perubahan yang kredibel di tengah dinamika sosial.

Dalam konteks kekinian, Nawal mengajak perempuan Jawa Tengah untuk lebih aktif menjawab persoalan sosial yang melibatkan perempuan dan anak, antara lain isu kekerasan berbasis gender, kekerasan dalam rumah tangga, serta kesenjangan dalam akses pendidikan dan pekerjaan. “Semangat Kartini harus diwujudkan dalam aksi nyata—menjadi pelindung sekaligus penggerak bagi perempuan lain di sekitarnya,” katanya.

Berikut beberapa langkah konkret yang diusulkan Nawal untuk mewujudkan semangat Kartini di era modern:

  • Peningkatan Akses Pendidikan: Memperluas jaringan kelas belajar dan beasiswa khusus bagi perempuan di daerah terpencil.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Membentuk koperasi perempuan yang berfokus pada produk lokal, sekaligus memberikan pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi.
  • Penguatan Kelembagaan PKK: Memperkuat peran PKK sebagai jembatan antara pemerintah daerah dan komunitas perempuan, dengan menekankan program pencegahan kekerasan.
  • Pembinaan Karakter dan Spiritual: Menyelenggarakan workshop nilai‑nilai moral, etika kerja, serta dialog lintas agama untuk memperkuat rasa kebersamaan.

Selain itu, Nawal menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah. Ia menyoroti kebijakan pemerintah provinsi Jawa Tengah yang menempatkan perempuan sebagai agen strategis dalam menciptakan masyarakat adil, inklusif, dan berdaya. “Peran perempuan sangat strategis dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berdaya,” ujar Nawal.

Dalam pandangannya, perempuan Jawa Tengah tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga kontributor aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan partisipasi gender dalam setiap sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

Talkshow tersebut juga menampilkan testimoni dari beberapa perempuan yang telah merasakan dampak positif dari program PKK. Salah satunya, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Semarang mengungkapkan bagaimana pelatihan keterampilan menjahit yang difasilitasi oleh PKK memberinya sumber pendapatan tambahan, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Pentingnya kolaborasi lintas sektor juga menjadi sorotan utama. Nawal menekankan bahwa sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil menjadi kunci dalam menggerakkan agenda pemberdayaan perempuan. “Kita tidak bisa bergerak sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.

Menutup acara, Nawal mengingatkan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan bukan sekadar melalui seremonial, melainkan melalui tindakan nyata yang menghasilkan perubahan. “Ini menjadi pesan bagi kita semua untuk terus melanjutkan perjuangan Kartini dalam bentuk nyata, bukan hanya seremonial,” pungkasnya.

Dengan semangat yang menyala, perempuan Jawa Tengah diharapkan dapat menjawab tantangan zaman, menegakkan integritas, dan menjadi contoh inspiratif bagi generasi berikutnya. Upaya kolektif ini tidak hanya menghormati warisan Kartini, tetapi juga menegaskan peran strategis perempuan dalam membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.