Semarang Rayakan Hari Kartini ke-147 dengan Aksi Pemberdayaan Perempuan: Talkshow, UMKM, dan Kesehatan Mental

Oleh Dedi Kurniawan 21 Apr 2026, 05:49 WIB 1 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Semarang, 21 April 2026Pemerintah Kota Semarang memperingati Hari Kartini yang ke-147 dengan rangkaian kegiatan yang melampaui tradisi berkebaya dan upacara formal. Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi. Perempuan Berdaya, Semarang Semakin Hebat”, serangkaian agenda diarahkan untuk menguatkan peran perempuan dalam lima fokus pembangunan kota 2025–2030: bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh.

Acara utama dimulai dengan pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh Wali Kota Agustina Wilujeng, diikuti oleh talkshow yang mempertemukan perwakilan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan berbagai organisasi wanita di seluruh kota. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pemuda, dan Keluarga (DP3A) Kota Semarang, Eko Krisnarto, menjelaskan bahwa peringatan ini dijadikan momentum untuk mempromosikan peran aktif perempuan dalam pembangunan berbasis keluarga, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ketahanan sosial.

Talkshow menampilkan dua narasumber utama. Psikolog Abimanyu, yang memiliki gelar S.Psi dan M.Psi, membahas “Seni Mengelola Kesehatan Mental Perempuan”. Ia menekankan pentingnya strategi coping yang adaptif, dukungan sosial, serta pemahaman tentang stigma kesehatan mental di kalangan perempuan. Syanaz Nadya Winanto Putri, aktivis dan pelatih kepemimpinan, mengangkat topik “Membangun Kepercayaan Diri: Kunci Sukses Perempuan Mandiri”. Dalam paparnya, Syanaz menyoroti peran pendidikan informal, jaringan mentoring, dan akses ke modal sebagai faktor utama dalam meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan.

Berbagai kegiatan pendukung lain juga digelar bersamaan. Pemerintah Kota mengadakan sesi edukasi tentang hak-hak perempuan, workshop pembuatan produk kerajinan lokal, serta pameran UMKM yang menampilkan produk-produk dari perempuan pengrajin di Semarang. Salah satu stand menampilkan tas anyaman tradisional yang diproduksi oleh kelompok wanita di wilayah Semarang Barat, sementara stand lain mempromosikan produk makanan sehat berbasis hasil pertanian lokal.

Selain itu, agenda “Semarang Bersih” diintegrasikan melalui program bersih-bersih lingkungan yang melibatkan komunitas perempuan. Para relawan melakukan penataan area publik, penyuluhan tentang pentingnya sanitasi, dan distribusi paket kebersihan rumah tangga. Kegiatan ini menegaskan komitmen kota untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus melibatkan perempuan sebagai agen perubahan.

Wali Kota Agustina menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak boleh menjadi sekadar seremonial. “Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai katalisator perubahan yang berkelanjutan. Perempuan bukan hanya simbol, melainkan motor penggerak pembangunan kota,” ujarnya dalam sambutan singkat sebelum pemotongan tumpeng.

Beberapa hasil awal yang sudah terlihat meliputi peningkatan minat perempuan untuk mengikuti pelatihan digital marketing, serta permintaan yang tinggi terhadap produk UMKM yang dipamerkan. Selain itu, survei singkat yang dilakukan oleh DP3A menunjukkan bahwa 78 persen peserta talkshow merasa lebih yakin dalam mengelola stres dan mengatasi tantangan psikologis setelah mengikuti sesi kesehatan mental.

Langkah-langkah konkret yang direncanakan selanjutnya meliputi pendirian pusat inkubasi bisnis khusus perempuan, pembentukan jaringan mentor lintas generasi, serta penyediaan beasiswa bagi perempuan yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi. Semua inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

Dengan menggabungkan elemen kebudayaan, edukasi, dan ekonomi, peringatan Hari Kartini di Semarang tahun ini menunjukkan bagaimana tradisi dapat diintegrasikan ke dalam aksi nyata yang memberdayakan. Momentum ini tidak hanya menghormati warisan R.A. Kartini, tetapi juga menegaskan komitmen kota untuk menjadikan perempuan sebagai agen utama dalam mewujudkan Semarang yang lebih bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.