Semarang Siap Sambut MTQ 2026 dengan Rekor MURI di Upacara Pembukaan
MediaBlora – 21 April 2026 | Semarang, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang kembali menegaskan komitmen kuatnya sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Tidak hanya memastikan segala aspek teknis terpenuhi, pemkot juga mengusung agenda ambisius: memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada seremonial pembukaan. Langkah strategis ini diungkapkan secara resmi oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam pengarahan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, yang dilaksanakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja pada Senin (20/4/2026).
Agustina menekankan bahwa persiapan MTQ tidak hanya terbatas pada infrastruktur dan logistik, melainkan juga melibatkan partisipasi luas masyarakat. Ia mencontohkan antusiasme warga yang telah mengikuti latihan kirab rebana sejak Masjid Soleh Darat. “Antusiasme teman‑teman luar biasa. Ini menjadi bukti kesiapan masyarakat menyambut MTQ,” ujarnya. Semangat tersebut dipandang sebagai fondasi utama untuk menciptakan atmosfer meriah dan religius pada ajang bergengsi tersebut.
Beragam agenda telah dirancang untuk mengisi rangkaian kegiatan MTQ, mulai dari kirab hadroh yang menjadi sorotan utama pembukaan, festival hadroh tingkat nasional, pameran kaligrafi Islam, hingga kawasan kuliner halal yang menampilkan produk UMKM lokal. Semua program dirancang selaras dengan upaya memperkuat citra Semarang sebagai kota yang tidak hanya menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga mempromosikan kebudayaan Islam dan kreativitas ekonomi kreatif.
Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota menargetkan perbaikan kawasan strategis seperti Simpang Lima, dengan fokus pada penguatan drainase, mitigasi banjir, rekayasa lalu lintas, dan penambahan kantong parkir. Upaya ini diharapkan dapat menampung perkiraan kedatangan sekitar 8.000 kafilah peserta, juri, serta delegasi dari seluruh pelosok Indonesia, serta memastikan kelancaran mobilitas penonton dan peserta.
Keterlibatan organisasi keagamaan, komunitas pemuda, serta pelaku usaha lokal menjadi kunci sukses pelaksanaan. Pemkot mengundang berbagai lembaga untuk berpartisipasi dalam menciptakan suasana yang hidup di area utama MTQ. Kegiatan ini tidak hanya menonjolkan nilai religius, tetapi juga menegaskan semangat toleransi dan persaudaraan yang menjadi ciri khas budaya Jawa Tengah.
- Kirab Hadroh: Memperlihatkan keberagaman grup hadroh dari seluruh Indonesia, mengiringi pembukaan dengan lantunan marah MTQ yang dinyanyikan secara massal.
- Festival Hadroh Nasional: Kompetisi dan pertunjukan seni hadroh dengan peserta dari 34 provinsi.
- Expo Kaligrafi: Pameran karya kaligrafi yang menampilkan seniman lokal dan nasional.
- Kawasan Halal Food: Stand makanan halal yang mengusung produk UMKM Semarang.
- Revitalisasi Wisata Religi: Penataan ulang Masjid Agung Jawa Tengah, serta promosi destinasi seperti Kota Lama dan Pasar Johar.
Sebagai daya tarik utama, Semarang mengusulkan pencapaian rekor MURI dengan melibatkan peserta terbanyak dalam menyanyikan Mars MTQ pada pembukaan. Targetnya adalah menggalang ribuan siswa, santri, dan kelompok pengajian, serta mengintegrasikan partisipasi daring secara hybrid agar seluruh Indonesia dapat turut bersuara. Jika tercapai, rekor ini akan menambah prestise kota dan menegaskan posisi Semarang sebagai pionir dalam penyelenggaraan event berskala nasional.
Pengembangan destinasi wisata religi juga menjadi bagian integral dari strategi. Pemerintah kota berencana memperkuat jaringan transportasi menuju situs‑situs penting, memperbaiki fasilitas umum, serta menambah signage berbahasa Inggris untuk memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara. Upaya ini sejalan dengan visi jangka panjang Semarang untuk menjadi destinasi religi dan budaya yang kompetitif di tingkat Asia Tenggara.
Di sisi keamanan, Polri dan Satpol PP telah menyiapkan rencana operasional yang meliputi pengamanan jalur utama, pemeriksaan masuk bagi kafilah, serta penempatan posko medis yang dilengkapi peralatan darurat. Koordinasi lintas sektoral diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan, baik yang bersifat teknis maupun keamanan.
Dalam penutupannya, Wali Kota Agustina Wilujeng menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Semarang. “Kami berharap seluruh persiapan berjalan lancar, sehingga MTQ 2026 dapat menjadi momentum kebanggaan bangsa, menampilkan keindahan budaya, serta meningkatkan sinergi ekonomi daerah,” ujarnya. Harapan tersebut sekaligus menegaskan tekad pemkot untuk menyalurkan energi positif dari acara ke arah pembangunan berkelanjutan.
Dengan segala persiapan yang matang, Semarang tampak siap menyambut jutaan mata dan hati yang menantikan MTQ Nasional 2026. Jika target rekor MURI tercapai, peristiwa tersebut tidak hanya akan mencatat sejarah baru dalam catatan Indonesia, tetapi juga mengukir kenangan abadi bagi generasi mendatang.
Komentar (0)