Wali Kota Semarang Tegaskan Komitmen Lanjutan Kirab KH Sholeh Darat sebagai Warisan Budaya Kota

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 02:50 WIB 0 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Semarang, 19 April 2026 – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan kembali komitmen pemerintah kota dalam menjaga kesinambungan tradisi Kirab Budaya KH Sholeh Darat. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung saat beliau menghadiri rangkaian kirab yang digelar di Lapangan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, pada Minggu (19/4/2026). Acara tersebut menandai pelaksanaan tahun kedua dari kirab budaya yang kini telah menjadi agenda tahunan dan simbol identitas kota.

Agustina menyampaikan bahwa kirab ini bukan sekadar seremonial semata, melainkan bagian integral dari upaya berkelanjutan dalam merawat sejarah serta identitas budaya masyarakat Semarang. “Ini adalah kirab yang kedua, dan akan terus kita laksanakan selama saya memimpin Kota Semarang. Ini bukan agenda sesaat, tetapi bagian dari ikhtiar merawat nilai dan sejarah,” tegas sang wali kota.

Kirab KH Sholeh Darat menampilkan rangkaian kegiatan budaya yang meliputi penampilan seni tradisional, pawai kostum bersejarah, serta pameran artefak yang menggambarkan perjuangan dan ajaran ulama besar KH Sholeh Darat. Tokoh ulama tersebut dikenal karena peran pentingnya dalam penyebaran nilai keislaman serta semangat kebangsaan di tanah Jawa. Melalui kirab, nilai‑nilai tersebut dihidupkan kembali dalam konteks modern, menjadikannya sarana edukasi non‑formal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam perspektif pembangunan kota, Agustina menegaskan bahwa infrastruktur fisik saja tidak cukup untuk menciptakan kota yang berkelanjutan. “Pembangunan kota harus menyentuh aspek spiritual dan kebudayaan. Kirab budaya menjadi simbol bagaimana nilai sejarah dan kearifan lokal dihadirkan kembali sebagai fondasi pembangunan yang utuh,” katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah kota mengintegrasikan kebudayaan ke dalam agenda pembangunan, sehingga pertumbuhan ekonomi dan fisik tidak mengorbankan identitas budaya.

Kirab ini juga berfungsi sebagai jembatan antara generasi muda dan akar budaya mereka. Melalui tampilan visual yang menarik dan narasi yang mudah dipahami, kirab menjadi media efektif dalam memperkenalkan sejarah lokal kepada anak‑anak muda. Agustina menambahkan, “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan generasi berikutnya tetap terhubung dengan warisan budaya Semarang, sehingga mereka tumbuh dengan rasa kebanggaan terhadap identitas daerahnya.”

Selain menekankan pentingnya pelestarian budaya, pemerintah Kota Semarang juga terus mengawal usulan penetapan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional. Upaya tersebut merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasanya dalam menyebarkan nilai‑nilai kebangsaan dan keagamaan, sekaligus memperkuat narasi sejarah lokal dalam konteks nasional.

Komitmen berkelanjutan ini mendapat respon positif dari warga yang hadir. Banyak yang menyatakan rasa bangga dapat menyaksikan kembali tradisi yang mengangkat nilai‑nilai moral dan kebangsaan. “Kirab ini mengingatkan kami pada masa lalu yang penuh perjuangan, sekaligus memberi inspirasi untuk masa depan,” ujar salah satu peserta.

Secara keseluruhan, kirab KH Sholeh Darat bukan hanya sekadar rangkaian pertunjukan, melainkan platform strategis untuk edukasi, pelestarian, dan penguatan identitas budaya Semarang. Dengan dukungan penuh dari pemerintah kota, kirab dipastikan akan terus dilaksanakan secara rutin, memperkuat jaringan sosial dan budaya di antara warga, sekaligus menegaskan posisi Semarang sebagai kota yang menghargai warisan leluhur sekaligus berorientasi pada masa depan.

Keberlanjutan acara ini diharapkan dapat menjadi model bagi kota‑kota lain dalam mengintegrasikan budaya ke dalam agenda pembangunan, memastikan bahwa pertumbuhan modern tidak mengikis nilai‑nilai historis yang menjadi jati diri suatu komunitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.