Gubernur Jawa Tengah Desak Pengusaha Muda Kembangkan Ide Kreatif, Raih Peluang Sendiri

Oleh Slamet Widodo 20 Apr 2026, 08:48 WIB 11 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya kreativitas bagi pengusaha muda pada acara Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang digelar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah, Green Valley Hotel, Minggu (19/4/2026). Dalam suasana yang dipenuhi dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Luthfi menekankan bahwa inovasi menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk memperkuat ekosistem inovasi, gubernur meminta HIPMI Jawa Tengah meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Ia menekankan bahwa sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah merupakan fondasi bagi pembangunan terintegrasi. “HIPMI adalah bagian dari kolaborasi itu. Harus jeli melihat potensi di daerah masing-masing, lalu selaraskan program HIPMI dengan program pemerintah daerah. Temui bupati dan wali kota, bangun sinergi,” ujar Luthfi.

Gubernur menyoroti peran strategis pengusaha muda dalam mengembangkan sektor industri, terutama industri padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dalam paparan data, Luthfi menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada kuartal terakhir mencapai 5,37 persen, pencapaian yang tidak lepas dari kontribusi aktif dunia usaha. “Angka ini harus kita jaga dan tingkatkan, apalagi saat ini kita sedang mendorong investasi di berbagai daerah,” tambahnya.

Acara tersebut juga menjadi forum dialog terbuka. Beberapa pengusaha muda mengemukakan tantangan yang mereka hadapi, mulai dari proses perizinan yang masih panjang hingga pemanfaatan aset pemerintah yang belum optimal. Salah satu peserta, Eko, pengusaha asal Banjarnegara, memuji komitmen gubernur dalam membuka ruang komunikasi antara HIPMI dan pemerintah daerah. “Komitmen ini penting. Selama ini cukup sulit bertemu kepala daerah, harapannya ke depan bisa lebih mudah terkoordinasi,” ungkapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, memberikan gambaran lebih luas mengenai tren pertumbuhan ekonomi dan investasi. Ia mencatat bahwa pertumbuhan investasi pada 2025 mencapai 6,76 persen, naik dari 6,5 persen tahun sebelumnya, menandakan perbaikan yang konsisten. Menurut Said, keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di sejumlah wilayah menjadi pendorong utama peningkatan investasi dan produksi.

Berbagai pihak sepakat bahwa sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan pengusaha muda dapat menjadi katalisator bagi Jawa Tengah untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di tengah tantangan global. Gubernur Luthfi menegaskan kembali pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran perguruan tinggi dalam riset dan pengembangan teknologi yang dapat diadopsi oleh usaha kecil dan menengah.

Dalam upaya mempermudah akses peluang, HIPMI berencana meluncurkan program inkubator bisnis yang akan memfasilitasi start‑up muda dengan mentor, pendanaan awal, serta jaringan pasar. Program tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara ide inovatif dan implementasinya di lapangan.

Selain itu, pemerintah provinsi berjanji akan mempercepat proses perizinan berbasiskan sistem online, serta membuka lebih banyak lahan industri yang strategis. Dengan mengoptimalkan aset publik dan memprioritaskan investasi pada sektor padat karya, diharapkan tingkat pengangguran dapat ditekan secara signifikan.

Kesimpulannya, arahan Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kreativitas, kolaborasi, dan proaktivitas menjadi tiga pilar utama bagi pengusaha muda Jawa Tengah. Jika semua pemangku kepentingan dapat bersinergi, provinsi ini memiliki potensi besar untuk melampaui angka pertumbuhan saat ini, sekaligus menciptakan ekosistem bisnis yang lebih dinamis dan inklusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.