Bank Mandiri Raih Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Dorong Sinergi Nasional & Ekspansi Digital

Oleh Slamet Widodo 21 Apr 2026, 18:50 WIB 2 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | JAKARTA, 21 April 2026 – Di tengah ketegangan geopolitik dan fluktuasi pasar global, Bank Mandiri mencatat pencapaian keuangan yang menonjol pada kuartal pertama 2026. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp15,4 triliun, naik 16,6% secara tahunan, sementara indikator profitabilitas dan permodalan tetap berada pada level yang kuat.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari strategi terintegrasi yang diberi nama “Sinergi Majukan Negeri”. Pendekatan tersebut menitikberatkan kolaborasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor ekonomi kreatif, serta pengembangan ekosistem digital yang inklusif.

Berikut rangkuman kunci kinerja Bank Mandiri pada kuartal I 2026:

Indikator Q1 2026 YoY
Laba Bersih Rp15,4 triliun +16,6%
ROE 22,1%
CAR 19,7%
Kredit Rp1.530 triliun +17,4%
DPK Rp1.675 triliun +21,1%
BOPO 58,0%
NPL (gross) 0,98%

Penjualan kredit tumbuh 17,4% YoY menjadi Rp1.530 triliun, melampaui rata-rata industri. Peningkatan ini didorong oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp11 triliun kepada lebih dari 87 ribu pelaku UMKM. Pada sisi penghimpunan dana, Deposito dan Tabungan (DPK) meningkat 21,1% YoY menjadi Rp1.675 triliun, dengan proporsi dana murah (CASA) yang terus menguat.

Efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan (BOPO) turun menjadi 58,0%, menandakan pengendalian biaya yang lebih ketat. Kualitas aset tetap terjaga; rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada pada 0,98%, jauh di bawah rata-rata industri, didukung oleh tingkat pencadangan yang memadai.

Bank Mandiri memperkuat peranannya sebagai mitra strategis pemerintah. Selain KUR, bank ini berpartisipasi dalam program Makan Bergizi Gratis melalui layanan virtual account, serta mendukung pembiayaan rumah subsidi dan koperasi desa. Upaya ini mencerminkan komitmen pada inklusi keuangan dan pembangunan ekonomi wilayah.

Transformasi digital menjadi pilar utama pertumbuhan. Aplikasi Livin’ by Mandiri kini melayani sekitar 39 juta pengguna, dengan volume transaksi yang terus meningkat. Platform Kopra by Mandiri memperluas layanan digital untuk segmen bisnis, khususnya UMKM, sedangkan Livin’ Merchant menargetkan pelaku usaha di daerah non‑perkotaan, memperkuat jaringan inklusi keuangan nasional.

Dalam rangka mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Bank Mandiri telah mengalokasikan Rp320 triliun untuk pembiayaan berkelanjutan hingga Maret 2026. Portofolio ini didominasi oleh sektor pembiayaan hijau dan sosial. Bank juga mengimplementasikan inisiatif pengurangan emisi operasional, meliputi penggunaan energi terbarukan, kendaraan listrik, serta optimalisasi bangunan ramah lingkungan. Rencana peluncuran sertifikat pengurangan emisi karbon untuk segmen ritel sedang dalam tahap persiapan.

Riduan menutup pernyataannya dengan optimisme, menyatakan bahwa fondasi keuangan yang kuat dan strategi sinergi yang terarah memungkinkan Bank Mandiri untuk terus berkontribusi pada stabilitas industri perbankan serta pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan kinerja yang solid, Bank Mandiri berada pada posisi yang menguntungkan untuk memperluas jejak digital, memperdalam kolaborasi dengan pelaku UMKM, dan memperkuat dukungan terhadap kebijakan pemerintah. Ke depan, bank ini menargetkan peningkatan profitabilitas, penguatan basis dana murah, serta ekspansi layanan digital yang lebih luas, sejalan dengan visi “Sinergi Majukan Negeri”.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.