Fokus Jepara – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi sorotan karena Nanik S Deyang mengundurkan diri dari posisi ketua. Nanik berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Dalam pengunduran dirinya, Nanik meminta maaf kepada Presiden dan berjanji terus berjuang dan mendukung Prabowo untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia.
Di tengah sorotan tersebut, BGN kerap diterpa hoaks yang beredar di media sosial (medsos). Salah satu hoaks yang beredar adalah tentang asisten Raffi Ahmad, Mbak Lala, yang dikabarkan menjadi Wakil Kepala BGN. Namun, setelah dilakukan penelusuran, ternyata hoaks tersebut tidak benar.
Bakom RI meminta masyarakat tidak melihat latar belakang seseorang, tetapi tunggu kinerjanya. Hal ini penting untuk menghindari penilaian yang tidak adil dan memberikan kesempatan kepada seseorang untuk membuktikan kemampuannya.
Dalam beberapa waktu terakhir, BGN telah menjadi sorotan karena beberapa kasus hoaks yang beredar di medsos. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.
Untuk itu, perlu dilakukan penelusuran yang lebih dalam dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di medsos. Dengan demikian, masyarakat dapat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh hoaks.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa masyarakat perlu lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. Perlu dilakukan penelusuran yang lebih dalam dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di medsos.








