Jawa Tengah Finalisasi Persiapan MTQ Nasional 2026: Jadwal Lengkap, Lokasi dan Dampak Ekonomi

Oleh Slamet Widodo 21 Apr 2026, 09:48 WIB 3 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Semarang, Jawa TengahPemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memantapkan rincian penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026. Acara yang akan berlangsung pada 11‑20 September 2026 ini dipastikan akan melibatkan sekitar 8.000 peserta yang mewakili 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Lokasi utama untuk seremonial pembukaan dan penutupan dipilih di Lapangan Simpang Lima, Semarang. Sementara itu, rangkaian acara pendukung seperti Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ akan diadakan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Pawai Ta’aruf direncanakan berangkat dari halaman Balai Kota Semarang dan berakhir di halaman Kantor Gubernur.

Berikut adalah daftar lengkap venue yang akan menampung kompetisi Tilawatil Quran selama satu minggu penuh:

  • Lapangan Simpang Lima, Semarang (Pembukaan & Penutupan)
  • Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Tenaga Kerja
  • Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah
  • Aula Masjid Baiturrahman
  • Rumah Dinas Walikota Semarang
  • Auditorium Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah
  • Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah
  • Aula Sasana Widyapraja Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah
  • Gedung Semeru BP2KLK Semarang
  • Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo
  • Gedung Prof. Soedarto
  • Gedung Imam Bardjo, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang

Sumarno menambahkan bahwa tim penyelenggara telah menyiapkan identitas visual acara, termasuk logo, maskot, dan tema. “Logo MTQ 2026 mencerminkan harmoni antara spiritualitas Islam, kearifan budaya Jawa, dan identitas kota Semarang. Maskot dan tema yang telah dirumuskan akan diajukan kepada Kementerian Agama untuk mendapatkan persetujuan resmi,” ungkapnya dalam rapat koordinasi panitia pada 20 April 2026 di Gedung Grhadika Bakti Praja.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen penuh provinsi dalam mendukung seluruh tahapan pelaksanaan MTQ. “Keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran kompetisi, tetapi juga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya para pelaku UMKM,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa ribuan tamu yang akan datang diperkirakan akan menstimulasi sektor pariwisata, perhotelan, dan kuliner di Jawa Tengah.

Selain kompetisi utama, penyelenggara merencanakan serangkaian event penyerta yang menonjolkan kearifan lokal. Beberapa di antaranya meliputi festival rebana, dugderan mini, serta program syiar keagamaan. “Kami ingin menjadikan MTQ sebagai panggung budaya yang memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” kata Taj Yasin.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, juga menegaskan kesiapan kota sebagai tuan rumah. Ia mengusulkan pencatatan dunia Guinness (Muri) untuk menyanyikan Mars MTQ terbanyak pada upacara pembukaan, melibatkan siswa, santri, dan komunitas pengajian. “Inisiatif ini tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan di antara warga,” ujarnya.

Persiapan infrastruktur pendukung, seperti transportasi, akomodasi, dan keamanan, juga tengah dipercepat. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta penyedia layanan logistik untuk memastikan kelancaran pergerakan delegasi dan penonton. Tim medis telah disiapkan di setiap venue kompetisi, dengan fasilitas pertolongan pertama dan layanan rujukan cepat.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan karakter Qur’ani generasi muda, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Dengan agenda yang terstruktur, venue yang tersebar strategis, serta dukungan penuh dari pemerintah provinsi, kota, dan masyarakat, prospek keberhasilan acara ini semakin kuat.

Jika semua elemen dapat berjalan selaras, MTQ 2026 tidak hanya akan menjadi kompetisi tilawatil Quran terbesar di Indonesia, tetapi juga contoh sinergi antara kebudayaan, agama, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.